Kamis, 30 Maret 2017

"Pesona Kearifan Lokal Suku Dayak Ngaju yang Universal; Sansana Bandar Busu Pejan Tarahan"

Bukan lautan, hanya kolam susu.
Kali dan jala cukup menghidupimu.
Tiada badai, tiada topan kau temui.
Ikan dan udang menghampiri dirimu.

Orang bilang tanah kita tanah surga.
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.
Orang bilang tanah kita tanah surga.
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Itulah gambaran negara Indonesia dalam potongan lagu Kolam Susu oleh Koes Plus, band legendaris kebanggaan Indonesia. Setiap baitnya menggambarkan bhawa betapa kaya, subur, luas dan indahnya lautan dan daratan Indonesia. Ribuan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap daerah menjadi ciri khas sebagai kepunyaan daerah tersebut. Karena hal itulah, Indonesia dikenal dengan negara 

Salah satu dari kebudayaan Indonesia yang memiliki pesona dan karakteristik yang tak kalah indah dengan kebudayaan lainnya yaitu terdapat pada Suku Dayak Ngaju. Terletak di provinsi Kalimantan Tengah, merupakan suku asli dari provinsi ini. Suku ini sangat khas dengan sungai terpanjang di Indonesia, sungai Kapuas, yang kebanyakan masyarakatnya tinggal di bantaran sungai tersebut dan menjadikannya sebagai sumber utama kehidupan mereka. Ada juga dari masyaraakt mereka yang tinggal di bantaran sungai Kahayan, Rungan Manuhing, Barito, Katingan dan lain-lain. Ngaju sendiri memiliki arti yaitu udik. Suku Dayak Ngaju memiliki keindahan tersendiri pada keragaman budaya yang dimilikinya. tidak hanya satu atau dua budaya, tetapi ratusan. Keanekaragaman hayati yang terkandung didalamnya, serta potensi kearifan lokalnya pun menjadi daya tarik tersendiri bagi suku S

Suku Dayak Ngaju yang beragam dan multietnik, memiliki tradisi empat kultur budaya setempat yang lebih cenderung bersifat universal sehingga berkarakter responsif terhadap sesama atau interaksi dengan pendatang yang menetap sebagai penduduk di wilayah ini, dapat terbantu untuk ceat beradaptasi dan akan rukun berdampingan dengan masyarakat dari suku lain dengan damai.

Budaya yang baik sebagai nilai essensial masyarakat Dayak Ngaju diwariskan oleh nenek moyang dan leluhur terdahulu, salah satunya melalui Sansana Bandar. Merupakan sastra lisan tradisional, sansana tergolong folkor yang merupakan bentuk kesenian yang diwujudkan melalui bahasa. Sastra adalah fiktif berangkat dari fakta yang dialami oleh seniman sastra, berfungsi keteladanan dan berisi nilai ideal, berkarakter yang responsif (Efendi, 2011), Sansana sendiri dulunya berfungsi sebagai sarana komunikasi (Lambut, 2013). 

Sansana, jika diteliti lebih dalam akan terungkap akar kata sana yang artinya memberitahukan. Dari akar kata tersebut, terjadilah kataa pasanan, yang berarti pmebertiahuan atau pengumuman. Sana-sanan berarti beritahu sebarluaskan, berarti sesuatu yang disebarluaskan atau diberitahukan kepada warga suku, tidak hany dongeng teteapi juga merupakan pengetahuan tentang sesuatu itu, sehingga daapt ditarik kesimpulan bahwasannya sansana adalah pengetahuan suku yang disebarkan kepada umat suku (lambut, 1978). kKata sansana secara etimologi bermuara dari kata sanan yang artinya 'memberi tahu, memberi pengetahuia, memberi pengumuman kepada haorang banyak'. Sansanan adalah prosa daerah sarana transformasi nlai budaya oleh nenek moyang suku dayak Ngaju dan memiliki nilai estetika tersendiri didalamnya.